Negeri Satu Gabus


widget

Tuesday, 4 December 2012

Mendikbud Laporkan Dua Agenda Besar Pendidikan ke Presiden


Sentul, Bogor --- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh melaporkan dua agenda besar pendidikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Laporan tersebut disampaikan saat memberikan sambutan dalam puncak peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2012 di Sentul International convention Center, Bogor, Selasa, (4/12). Dua agenda yang dimaksud adalah mengenai perluasan akses pendidikan bagi seluruh anak bangsa, dan mengenai kualitas pendidikan.
Mendikbud M. Nuh menjelaskan, perluasan akses bagi seluruh anak bangsa untuk menikmati dunia pendidikan melingkupi dua hal, yaitu  ketersediaan sekolah dan keterjangkauan biaya. Pada tahun 2013, Kemdikbud akan mulai menjalankan program Pendidikan Menengah Universal (PMU), atau dikenal dengan rintisan wajib belajar 12 tahun. Diharapkan, pada tahun 2020 mendatang, Angka
Partisipasi Kasar (APK) untuk Sekolah Menengah mencapai 97%. Sementara saat ini baru mencapai angka 78%. Sehingga saat tahun 2020, semua anak bangsa minimal lulusan SMA atau SMK.
Untuk kualitas pendidikan, Mendikbud meminta semua pemangku kepentingan harus bekerja keras dan cerdas untuk mencapai peningkatan kualitas pendidikan. Kualitas pendidikan tersebut memiliki dua faktor. Pertama adalah kurikulum. "Dalam kurikulum, ada standar kompetensi lulusan, isi, proses dan penilaian," jelas Menteri Nuh. Sedangkan faktor ke dua adalah guru, sebagai penentu pendidikan, sementara pendidikan adalah penentu masa depan bangsa.
Menteri Nuh juga menerangkan secara singkat konsep kurikulum 2013. "Observasi, kemampuan bertanya, menalar dan menyampaikan, akan menjadi proses penting," ujarnya. Selain itu, nilai-nilai dasar pendidikan karakter juga akan ditanamkan. Untuk kurikulum SD atau MI, konsepnya adalah tematik integratif, dan bertujuan untuk menumbuhkan rasa kepenasaranan intelektual (intellectual curiousity).
Kepada ribuan guru yang hadir, Mendikbud menghimbau agar semua guru mau meningkatkan kompetensi. "Dengan bekal kompetensi yang baik, anak-anak kita bisa membeli masa depan dengan harga sekarang. Sehingga kompetensi yang kita berikan adalah kompetensi yang sesuai zamannya, karena kalau tidak, akan jadi generasi usang," tutur mantan Menkominfo tersebut.
Mendikbud juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Presiden SBY yang bersedia hadir dalam puncak peringatan Hari Guru Nasional dan Hari Ulang Tahun PGRI yang ke-67. "Juga terima kasih dan pengharagaan kepada seluruh guru yang tidak pernah lelah mencerdaskan kehidupan bangsa". 
Sumber Kemdiknas.go.id
 


0 comments:

Post a Comment

Silahkan tulis komentar Anda !