Negeri Satu Gabus


widget

Rabu, 16 November 2011

Bahan Kimia Pewangi Parfum

Parfum adalah hasil pencampuran berbagai macam fragrance (bahan pewangi) yang bersifat mudah menguap dengan bau tertentu. Bahan kimia pewangi sering ditambahkan pada berbagai produk seperti sabun, deterjen, sampo, pembersih kaca, cairan pencuci piring, dan cairan pelembut pakaian, serta dijual dalam bentuk pengharum badan maupun ruangan. Perusahaan umumnya tidak mau menuliskan bahan kimia yang digunakan sebagai bahan pewangi. Orang sering memberi istilah “rahasia perusahaan”. Bahan kimia yang
 dipakai sebagai pewangi biasanya tidak tunggal tetapi campuran dari beberapa bahan pewangi. Zat kimia yang dicampurkan untuk menghasilkan bau tertentu, 

Contoh Spesifikasi Bau Parfum dan Nama Zat Kimia
No. Spesifikasi bau (Nama zat kimia)
1 floral, jasmine. (Amil salisilat)
2 herbaceous (Amilsinamat aldehida)
3 rocy, citrus (Sitronelol)
4 musk, sweet (Galaksolida)
5 rose (Geraniol)
6 pine needle (sobornil asetat)
7 murbai/arbei (Butil asetat)
8 peer/pisang ambon (Amil asetat)
9 jeruk (Oktil asetat)
10 arbei (Etil butirat)
11 apel (Amil valerat)
12 minyak gandapura (Metil salisilat)
Parfum juga dijual dalam bentuk pengharum badan dan pengharum ruangan. Komposisi zat-zat di dalam parfum pada umumnya adalah etil alkohol (50-90%), akuades/ air suling (5-20%), dan fragrance (10-30%). Etil alkohol dalam komposisi ini berfungsi sebagai pelarut.
Jangan lupa bahwa penggunaan parfum juga memiliki efek negatif. Di dalam parfum, selain etil alkohol sebagai pelarut sering ditambahkan zat-zat seperti: aseton, benzaldehida, benzil asetat, benzil alkohol, etil asetat, dll. Zat-zat ini memiliki efek negatif bagi kesehatan. Aseton

dapat menyebabkan kekeringan mulut dan tenggorokan, kerusakan pita suara, mengantuk, dan depresi. Benzaldehida memiliki efek narkotik dan iritasi pada kulit, mata, mulut, dan tenggorokan. Benzil asetat bersifat karsinogenik, cairannya dapat meresap ke dalam sistem
tubuh melalui kulit, dan uapnya dapat mengiritasi mata. Benzil alkohol menyebabkan iritasi saluran pernapasan bagian atas dan penurunan tekanan darah. Etil asetat bersifat seperti narkotik, merusak hati, dan menyebabkan anemia.

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan tulis komentar Anda !